Recent update

Subscribe to RSS feed

SEMALAM ENGKAU DAN AKU

November 14th, 2009 by retnonoi

Semalam, engkau mengungkapkan rasa itu

Semalam, engkau berterus terang mengatakan semuanya

Semalam, engkau merayuku lagi

Semalam, engkau mencoba mendekatiku lagi

Semalam, aku mendengarkan semua keluh kesahmu

Semalam, aku mendengarkan curhatmu

Semalam, aku melihatmu meneteskan air mata

Semalam, engkau meminta aku mengerti kamu

Dan semalam, engkau meminta aku bisa menerimamu kembali

 

Namun,

Aku takut ini hanya kamuflase belaka

Aku takut ini hanya sesaat aja

Aku takut hatiku lebih terluka

Aku takut jatuh cinta lagi kepadamu

 

Walaupun engkau terlihat begitu nelangsa

Walaupun engkau terlihat begitu kecewa

Walaupun engkau terlihat menangis pilu

Walaupun engkau menghiba-hibaku

Kali ini aku tidak akan bergeming

Untuk apa aku gambling lagi hidup denganmu

Aku sudah cukup bahagia dengan keadaanku sekarang

Tahukah kamu dengan hal itu?

Aku sudah tidak mau peduli lagi padamu

Entah engkau mau nungging

Entah engkau mau jungkir balik di sana

 

Aku tidak bisa mencegahmu

Kecuali engkau membuat surat kontrak denganku

Kontrak hidupmu hanya denganku

Bahwa tidak ada lagi orang lain dalam kehidupanmu

by : Enno @ Klungkung

Posted in Poetry | tagged | | 0 Comments

PERPUS MINI

November 12th, 2009 by retnonoi

 

Today, aku harus meninggalkan kid-ku selama seminggu, karena ada tugas dari big boss untuk mengikuti diklat peningkatan SDM Medik Veteriner di wilayah Balai Besar Veteriner Denpasar.

 

Waktu aku minta ijin ke kid-ku, bukannya dia sedih….eh malah lompat-lompat dan teriak-teriak aku bebaaaaaaas…..hah…????? aku melongo aja, kok bisa sih nak senangnya seperti itu? Ada apa? Dan jawabnya adalah, kalo papa dan mama gak ada di rumah, sama artinya dengan gak ada imam dan co-imam di sini. Aku bingung, maksudnya apa nak? Iya kan ma, ini kaya pilot dan co-pilot itu loh, yang mengemudikan pesawat. Gubraakkk…..aku sampai garuk-garuk kepala….oooh jadi kamu menganggap papa itu pilot dan mama itu co-pilot dalam keluarga ini? Emang benar sih. Cuma kok ada aja idenya mengumpamakannya seperti imam dan co-imam….upsss….dasar kid….

 

Oh iya, aku ada sedikit cerita about my kid. Saat ini, dia menganggap sudah mempunyai suatu usaha. Bagaimana ceritanya? Begini, seminggu yang lalu dia bersama teman-temannya mendirikan perpus mini, semacam usaha persewaan buku yang masih mini. Dia merangkul 4 teman-temannya yang lain yang dia kasih tugas masing-masing, seperti bagian admin, bagian bersih-bersih, bagian promosi, dan asisten penanggung jawab. Ke 4 rekanannya (dia bilang karyawannya) dia gaji Rp. 5000/bulan. Dan dia membebankan ongkos sewa buku seharga Rp. 500/buku. Untuk memulai usahanya ini, dia minta dibeliin rak buku, papan kecil yang ada tulisan CLOSE/OPEN yang ditempel di kaca jendela. Maka kamar tamupun dia sulap menjadi tempat persewaan. Wuihhh…..begitu tertatanya pemikiran kid-ku ini, sampai jam buka dan tutup perpus mini-nya dia pikirin, ruangan khusus administrasi dia siapin juga di ruang komputer keluarga. Wowowowow….so speechless deh….

 

Btw, semua aku biarin, aku hanya ingin melihat seberapa kreatifnya dia dalam mengelola usahanya itu. Kecuali kalo dia nanya pendapat atau butuh sesuatu untuk menambah koleksi bukunya, baru aku akan urun tangan.

 

Okay kid, you can follow your heart beat, try…and try always…., lop u pull sweety…..

Posted in Add story | tagged | | 1 Comments

PUISI CINTA

November 10th, 2009 by retnonoi

Jauh di lubuk hatiku

Ada asa dan rasa yang terpendam

Namun ku tak mampu mengungkapkan

 

Aku tahu engkau bagiku nyata

Tapi kenapa terasa begitu jauh di awang-awang

Melebihi pikiran yang hanya ada di angan-angan

 

Begitu banyak usaha untuk menarik perhatianmu

Begitu banyak cara yang sudah kulakukan

Namun engkau diam saja

 

Duhai lelakiku

Harus bagaimana lagi aku?

Cintaku ini susah sekali dibendung

Butuh penyaluran agar bebanku berkurang

Tidakkah engkau memahami hal ini?

 

Ayolah……

Buka matamu

Buka telingamu

Buka mata hatimu

Agar engkau tahu

Aku begitu mencintaimu

 

By : Enno @ Mataram, Hari Pahlawan 2009

Posted in Poetry | tagged | | 0 Comments

TUHAN TIDAK TIDUR

November 1st, 2009 by retnonoi

Pernah aku merasa penat menanyaimu

Tentang seseorang yang berada di lingkaranmu

Engkau berkelit tidak ada orang itu

Tapi feeling dan mata hatiku tidak bisa dibohongi olehmu

Akhirnya kebenaran itu terkuak

Seperti fragmen2 yang terlepas dari puzzle game

Akhirnya tergambar jelas permainanmu

Kau kotor, culas, licik, dan amat sangat tidak manusiawi

Kau bohongi keluargamu setahun ini

Seperti kata pepatah, sepandai-pandainya menyimpan bangkai, akhirnya bau itu tercium juga

Dan Tuhan tidak pernah mentolerir perbuatan busuk seseorang

 

Sedangkan perempuan itu

Sekali lagi pilihanmu

Bukanlah orang yang tepat untukmu

Dia hanya memanfaatkanmu

Dan kaupun tidak berkutik untuk itu

Aku melihat rona kebahagiaan jauh dari kehidupanmu

Prahara itu akan terus mengikutimu

Saling balas dendam, sumpah serapah, dan apapun akan dilakukan perempuan itu

Andai engkau tidak bisa menuruti kemauannya

Engkau tunduk pada kemaluannya

Yang telah membuatmu lupa segalanya

 

Hari ini bersama dengan tulisan puisiku

Aku tertunduk pilu

Tuhan, masihkah Engkau bersamaku?

Tunjukkanlah keadilan-Mu

Barang siapa yang telah menyakiti orang lain, maka Engkau akan membalasnya setimpal

Aku percaya akan hal itu Tuhan

Hanya Engkaulah yang bisa membebaskan rasa sakit hati ini

Hanya Engkaulah yang bisa mengangkat semua gundah gulana dan deritaku ini

Hanya Engkaulah yang bisa mengangkat harkat dan martabatku ini

Aku tahu Engkau tidak tidur, tidak tuli, dan tidak buta

Aku menunggumu Tuhan

Menunggu kemenangan itu ada di tanganku

Dengan usaha, doa, dan tawakkal yang tiada henti dariku

Aku yakin Engkau tidak akan mengabaikanku

Posted in Poetry | tagged , | | 2 Comments

DI TENGAH SAWAH (sebuah renungan)

October 13th, 2009 by retnonoi

Berdiri di tengah pematang sawah

Terhampar lautan tanaman padi menghijau nan luas

Bulir-bulir padipun mulai tumbuh di ujungnya

Orang-orangan sawah terangguk-angguk diterpa angin

Akupun tak kuasa menikmati pemandangan indah ini

Ya Allah Ya Rabb

Engkau-lah pemilik alam semesta dan jagad raya yang sungguh luas ini

Ilmu padi kami sungguh hanya setitik noktah buatmu

Begitupun kami betapa sombongnya

Seakan-akan kamilah penghuni bumi yang paling pintar

Berusaha menciptakan dunia sesukanya

Berlomba-lomba menghabiskan apa yang Engkau suguhkan

Merusaknya, menjarahnya, menghancurkannya

Padahal untuk menumbuhkan dan mengembalikan itu semua tidaklah gampang

Apalagi sampai sama persis dengan semua ciptaanmu ya Allah

Sungguh kami tidak mampu

 

Namun, keserakahan kami meluluhlantakkan semuanya

Berbondong-bondong kami melupakanmu

Hingga akhirnya Egkaupun mengirimkan peringatanmu

Gempa bumi, tsunami, angin taifun, banjir bandang, dan entah apa lagi

Yang membinasakan kami

Tidak hanya satu dua orang, tapi bahkan ribuan

Dalam sekejab nyawapun melayang

 

Anehnya, kami hanya ingat saat itu saja

Selebihnya kami mulai berpesta pora

Mengunjungi mall dan cafe-cafe maksiat

Menghamburkan uang untuk tujuan sesat

Menjadi riba karena dapat rejeki yang berlimpah

Untuk mendapatkan kesenangan dunia semata

 

Wahai sang pemilik alam semesta

Tunjukkanlah kepada kami semua

Bahwasannya itu tidaklah bisa abadi

Semuanya akan kembali kepada-Mu ya Allah

Bahkan rumah mewah yang anti gempa dan mobil yang anti peluru

Semuanya tidak bisa melindungi hambamu

Hanya kepada Engkaulah kami semua berlindung

Dan hanya Engkaulah yang dapat memberikan pertolongan

Untuk itu ya Allah ingatkanlah kepada kami untuk selalu bersujud, bersyukur, dan bertafakur kepada_Mu

Hanya kepada-Mu…….Amiiiiiinnn…..

 

 

by : Enno, Mataram 13 Oktober 2009, 17.44 wita)

for my self

 

 

 

Posted in Poetry | tagged | | 0 Comments

SENJA DI SENGGIGI

October 9th, 2009 by retnonoi

sunset @ Senggigi

sunset @ Senggigi

Semburat merah jingga mewarnai langit

Sang mentari perlahan-lahan tenggelam di ufuk barat

Belaian sang bayu mendorong kapal nelayan berlabuh

Deburan ombak  menjadi senandung indah bagi para nelayan itu

 

Aku mengamati mereka dari kejauhan

Beberapa ABK berlarian ke tepian dek untuk membuang jangkar

Para tengkulak ikan menyongsong kapal yang baru datang

Mereka berebutan memastikan ikan yang ingin mereka beli

Ada adu mulut sekejab, ada tarik-tarikan keranjang ikan, dan ada yang jatuh terduduk karena kecapaian

Akupun tersenyum melihat semua adegan itu

 

Suara ombak kembali terdengar seperti nyanyian alam yang saling bersahut-sahutan

Ada kalanya akupun ingin bernyanyi bersamanya

Relung jiwa ini terobati manakala ombak itu memecah pantai

Hamparan air laut yang terlihat di kejauhan

Serasa bebas berkeliaran, bergulung-gulung ke sana kemari

Tidak ada yang bisa mengikutinya apalagi mengikatnya

Seperti halnya yang terjadi pada jiwaku saat ini

 

Jiwa ini ingin meneriakkan kebebasan, bebas menentukan pilihan

Tanpa ada beban untuk melakukan segala sesuatu yang ingin diraih

Itulah ekspresi murni kehidupan

Engkau tak bisa lagi mengekang…..!!!!!

(By : Enno @ Mataram, 9 Okt 2009)

Posted in Add story | tagged | | 0 Comments

BAHASA CINTA

October 4th, 2009 by retnonoi

Dia tepat di depanku

Menatapku dengan matanya yang lembut dan penuh arti

Tanpa suara tanpa berkata-kata

Aku sudah bisa memahami perasaannya

Bagiku dia ada dan nyata

Bagiku dia tahu arti keberadaanku

Walaupun aku diam seribu bahasa

Hanya pipi merona bersemu merah muda

 

Tangannya menggenggam tanganku

Mata itu beradu pandang denganku

Dengan senyuman tipis tersungging di sudut bibir hitamnya

Aku tahu apa yang kau rasakan kekasihku

Itulah bahasa cinta yang terungkap

Walaupun tanpa penjelasan yang panjang dan lebar

 

Bibir ini terus tersenyum

Jari ini terus tergenggam di tangannya

Akhirnya kitapun beranjak bersama

Menikmati malam yang indah

Dengan diterangi sinar bulan

Kitapun singgah di kursi taman

Duduk berdekatan, berpelukan

 

Hangat badan terasa nyaman

Jantung berpacu cepat, terasa deg-deg an

Namun itu tak menghalangi niat kami untuk bermesraan

Hanya dengan berdekatan, kami bisa saling merasakan

Cinta yang terukir di hati yang paling dalam

 

Posted in Love Story | tagged | | 2 Comments

KATA MAAF ITU TERNYATA TIDAK CUKUP

September 10th, 2009 by retnonoi

Malam telah lelap bagaikan beruang berhibernasi

Akupun diselimuti kegelapan yang pekat

Adakah secercah cahaya menyelinap menerangi tidurku?

Ya ada, nun jauh di atas sana kerlap kerlip bintang berlomba-lomba memancarkan sinarnya

Walaupun sinar itu tidak bisa menembus jiwaku

 

Aku terpaku berada di ujung peraduan itu

Memaksa mata untuk terpicing walau sejenak

Membawakan mimpi sekilas di tengah kelelapan

Andai aku bisa mebuatnya menjadi nyata

 

Tak sengaja akupun bercermin diri

Onak duri yang sebelumnya ku lalui benar-benar membuat luka di hati

Kata maaf yang telah terucap darinya ternyata tidak cukup mengobati

Luka yang sudah meradang dan bernanah ini

 

Terdiam aku menahan gejolak di dada

Akankah waktu dapat membuatnya pudar dan hilang?

Musim telah berganti rupa

Roda kehidupan terus berguling

Menggeliat geliat menapaki jalan yang semakin terjal

Kakiku terus melangkah

Menggapai mimpi yang sempat tertinggal

Cita-cita dan harapanku masih membuncah

Pertanda kehidupanku akan kembali normal

Dan yang lalu biarlah berlalu mengiringi kata maafmu

 

 

Posted in Poetry | tagged | | 1 Comments

ENGKAU TERBAIK

September 8th, 2009 by retnonoi

Untukmu hubbyku

Ku tahu apa yang terbaik untukmu

Ku tahu apa yang engkau harapkan dariku

Tidak ada satupun yang bisa menghancurkan keluarga kita

Kecuali hanya takdir semata

Janjimu adalah hidup 3000 tahun bersamaku

Itulah mas kawin yang engkau berikan untukku

Betapa mulianya niatmu

Untuk membahagiakan aku dan keturunanmu dariku

Saat itu

 

Namun dengan berjalannya waktu

Riak-riak kehidupan mulai menggoyahkanmu

Tahta, harta, dan wanita menghampirimu

Engkaupun tidak kuasa menolaknya

Kebahagiaan dalam rumah tangga kita terenggut sudah

 

Namun aku masih yakin, engkau memang baik

Sesungguhnya doaku hanyalah untuk kebahagiaanmu

Seandainya engkau memang sudah tidak bisa lagi hidup bersamaku

Lepaskanlah aku

Pulangkanlah aku ke orang tuaku

Kembalikan aku secara baik-baik seperti waktu engkau memintaku dulu

Semakin lama engkau biarkan ini semakin banyak fitnah yang terjadi

Akupun sudah sangat susah untuk menutup luka ini

Luka lama belumlah sembuh, engkau sudah membuatkan luka lagi di hati

 

Ramadhan ini sangat berat aku jalani

Kendala yang berarti terletak di hati

Andai aku bisa meletakkan hati ini barang sejenak

Tentu aku bisa menata hati ini dengan sangat bijak

 

Tuhan,

Aku mengharap ridhlo dan berkah Mu di ramadhan ini

Aku memohon ampunan Mu ya rabb

Aku memohon maaf atas semuanya

Untuk hubby yang aku sayangi dan cintai sepenuh hati

Kebahagiaanmu lebih aku pentingkan daripada kebahagiaanku sendiri

Semoga engkau bahagia selalu dengan keluarga barumu

Semoga engkau bisa membawa kapalmu berlayar sampai ke tujuan yang ingin engkau capai

Jangan biarkan aku menghalangi semua keinginanmu

Andai engkau tahu, engkau tetaplah yang terbaik untukku

Posted in Pelajaran Moral | tagged | | 0 Comments

T E R O R

September 6th, 2009 by retnonoi

Seyogyanya kita hidup di dunia harus rukun satu sama lain. Betul tidak kawan? Tapi kenyataannya, nonsense, bulshit, omong kosong dan lain sebagainya istilah untuk menunjukkan ketidakmampuan masyarakat di dunia untuk hidup rukun. Kenapa? Karena faktor egosentris masing2 orang yang ingin membenarkan pendapatnya sendiri, ingin merasa nyaman sendiri, ingin hidup sesuai aturannya sendiri, ingin macam2 alasan yang bisa dikemukakan.

 

Satu hal yang pasti ada sifat manusia yang reseh, yang selalu ingin merusak tatanan yang sudah ada dan mencari untung dibalik semua perbuatan yang dia ingin lakukan. Salah satunya adalah ”perempuan itu”.

 

Cerita di bawah ini hanyalah sekedar ilustrasi dari beberapa kasus yang penulis pernah lihat.

 

”Perempuan itu” awalnya hanyalah pekerja karaoke, yang sering di datangi oleh si B. Lama-lama dia menginginkan yang lebih. Mungkin karena melihat bahwa si B ini sudah hidup mapan, sudah bagus kariernya, dan bisa menunjang hidup ”perempuan itu” jika dia bisa mendapatkannya. Padahal si B ini sudah berkeluarga, hidup bahagia, dan selama ini tidak pernah ada masalah yang berarti dalam keluarganya.

 

Akhirnya, witing tresno jalaran soko kulino. Yup, rasanya seperti itulah penggambaran yang tepat buat ”perempuan itu” dan si B. Bagaimana tidak tresno, lha wong setiap hari ”perempuan itu ngglibet aja ama si B”. Si B pun keblinger….apalagi ”perempuan itu” perayu ulung. Wow, semakin terikatlah si B, semakin tidak berkutiklah si B, bahkan semakin lupalah si B ama keluarganya.

 

Sayangnya si B yang sedang keblinger ini ternyata tidak jantan. Dia tidak bisa melindungi keluarga intinya sama sekali. Bahkan saat keluarganya di teror oleh ”perempuan itu” dia tidak membelanya. Tetap perempuan itu yang dibelanya. Mata hati dan pikirannya sudah tertutup.

 

Harusnya, apapun yang terjadi, keluarga inti yang patut diselamatkan. Ternyata dalam kamusnya si B, keluarga inti yang harus dikorbankan. Sayang sekali ada lelaki yang bersikap seperti itu. Keadaan runyam yang si B ciptakan di keluarga intinya semakin mengheboh, semakin memanas, semakin berkobar. Si B tidak siap untuk membentuk 2 keluarga yang dia inginkan. Karena pengaruh ”perempuan itu” begitu kuat, akhirnya keluarga intinyapun hancur harapan. Kata-kata tidak senonoh dari ”perempuan itu”, kalimat2 teror dari ”perempuan itu” sungguh sebuah permainan licik yang sedang dimainkan olehnya, dengan harapan bahwa si B akhirnya bisa melepaskan keluarga intinya untuk kemudian menjadi miliknya sepenuhnya. Dia ingin mengangkangi hak orang lain. Sayangnya si B tidak menyadari hal tersebut. Sayang sekali ya keluarga yang dia bina bertahun-tahun hancur karena racun perempuan itu.

 

Itulah sekelumit cerita yang bisa dijadikan pelajaran untuk kita semua. Bahwa, ternyata ada manusia reseh yang bisa menghancurkan kehidupan kita, menghancurkan tatanan yang sudah ada, dan kemungkinan besar juga menghancurkan keluarga kita. Semoga kita semua dilindungi oleh Allah SWT, selamat dunia dan akherat. Amieen…

Posted in Pelajaran Moral | tagged | | 0 Comments

« Previous Entries
  •  

    Nopember 2009
    S S R K J S M
    « Okt    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    30  
  • Meta

  • Pages

  • Archives

  • Tulisan Terakhir

  • Tags

  • Categories

  • Recent Comments

  •